Siapa itu Roh Kudus? Mengapa Kehadiran-Nya Penting?

Mei 23, 2021
Posted in Apologetika
Mei 23, 2021 gracealone

Saat Yesus meminta kepada Bapa supaya para murid diberi Penolong (Yoh. 14:16-17), yaitu Roh Kudus, Yesus tidak bicara tentang sesuatu yang sepele, seakan Roh Kudus hanya sekedar aksesoris untuk membuat hidup sedikit lebih ringan. Jika ada Roh Kudus bagus, kalau tidak ada Roh Kudus ya tidak masalah. Tidak! Roh Kudus adalah benar-benar Penolong, seorang Pribadi yg kita butuhkan. Siapa itu Roh Kudus? Mengapa kehadiran dan karya-Nya begitu penting?

 

1. Roh Kudus adalah Tuhan yang menyertai kita (Yoh. 14:16)
Yesus mengenalkan Roh Kudus sebagai ‘Penolong yang lain’ karena para murid sudah memiliki Penolong pendahulu yang akan meninggalkan mereka, yaitu Yesus sendiri. Banyak persamaan antara Yesus dengan Roh Kudus: sama-sama diutus oleh Bapa, berdiam dalam diri para murid, tidak diterima oleh dunia, membawa orang kepada kebenaran, menghakimi, menyingkapkan, dan lain sebagainya.

Walau karya Yesus dilanjutkan oleh Roh Kudus, Roh Kudus tidak menggantikan posisi Yesus, karena Roh Kudus tidak mati di kayu salib. Salah satu karya unik Roh Kudus adalah membuat kehadiran Yesus menjadi nyata di dalam hati dan hidup setiap umat-Nya. Melalui Roh Kudus, Dia tetap berkarya. Di dunia ini banyak situasi dimana kita memerlukan pertolongan dan penghiburan. Kehadiran Roh Kudus memang bukan jaminan bahwa hidup akan mulus, sebaliknya Roh Kudus adalah jaminan ketika hidup di dunia tidak mulus Tuhan tidak akan meninggalkan kita!

2. Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi yang berdiam di dalam kita (Yoh. 14:16)
Sebagai Penolong yang lain, Roh Kudus juga adalah seorang Pribadi. Yesus memanggil Roh Kudus dengan kata ganti orang “Ia” atau “Dia”, bukan benda “ini” atau “itu”. Mengapa ini penting? Karena banyak orang berpikir Roh Kudus itu hanya sekedar tenaga dalam atau energi. Pengertian ini juga penting karena Alkitab mengajar kita agar dipenuhi Roh Kudus. Jika kita melihat Roh Kudus hanya sebatas energi, maka cara kita dipenuhi oleh Roh Kudus bersifat teknis. Sebaliknya jika Roh Kudus adalah seorang Pribadi, maka Roh Kudus memenuhi kita seperti kehadiran seseorang.

Penuh Roh Kudus berarti kita menyadari bahwa ada Pribadi Ilahi yang berdiam dan bersatu dengan kita. Roh Kudus mendirikan tahta-Nya di hati kita, membenahi dan menguasai hati kita, sehingga kita semakin serupa dengan Kristus dan menjadi saksi-Nya di dunia ini. Bahkan Ia akan menolong kita untuk menolong dan memberkati sesama. Tuhan berkarya di dalam kita dan melalui kita. Dengan pertolongan-Nya, kita dimampukan menjadi serupa Yesus dan menjadi saksi bagi-Nya.

3. Roh Kudus adalah Penolong yang membela kita (Yoh. 14:17)
Kata ‘Penolong’ (parakletos), memiliki makna terjermahan bervariasi: advokat, penolong, penghibur, penasihat. Namun secara harafiah, parakletos adalah seseorang yang mendampingi. Kata parakletos-pun juga bermakna ‘kuasa hukum’ atau ‘representasi hukum’, yaitu yang membantu kita di ruang sidang, pembela kita, juru bicara kita. Jadi walau Roh Kudus adalah penolong, penghibur, penasihat, ada sisi ketegasan-Nya sebagai pembela, pendakwa, pelindung dari musuh.

Ia tinggal di dalam hati kita seperti sahabat yang membela kita. Saat dunia menekan, saat iblis menggoda, saat hati kita sendiri menghakimi kita, Roh Kudus berseru: “Tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Rm. 8:1). Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru ya Abba ya Bapa (Rom. 8:15).” Disaat yang sama, Ia juga hadir sebagai sahabat yang mengelisahkan saat kita jatuh pada hal-hal duniawi yang merusak. Dia akan menyentil, menentang, bahkan melawan supaya kita kembali kepada sumber sukacita yang sebenarnya.

4. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menjamah hati (Yoh. 14:17)
Roh Kudus adalah Roh Kebenaran. Kebenaran apa? Dalam Yohanes 14:6 Yesus berkata “Aku-lah kebenaran..”, maka dalam konteksnya, kebenaran disini adalah kebenaran tentang Yesus. Roh Kudus tidak menyingkapkan wahyu baru, tetapi menerangi kebenaran tentang Yesus yang sudah dinyatakan.

Kebenaran tentang Yesus adalah kebenaran ditolak oleh dunia (ay. 17b), Berita salib bagi orang Yahudi adalah batu sandungan dan bagi orang Yunani adalah kebodohan. Tanpa Roh Kudus, mustahil dan mustahil oleh usaha manusia semata. Roh Kudus perlu ambil alih, melembutkan hati kita dan meng-applikasikan kebenaran Kristus dalam hati kita.

 

Hari Pentakosta adalah hari kita memperingati turunnya Roh Kudus kepada murid-murid Yesus. Yesus tidak meninggalkan mereka sendirian, tetapi memberikan Penolong yang lain. Penolong yang sama yang hari ini juga mau hadir dan hidup di dalam kita. Ia adalah Tuhan yang menyertai kita, Pribadi Ilahi berdiam di dalam kita, Penolong yang membela kita dan Roh Kebenaran yang menjamah hati kita. Amin.

Sumber: https://rec.or.id/dia-adalah-penolong-yohanes-1416-17/

 

Artikel ini diunggah pula di Instagram API:
https://www.instagram.com/p/CPNCwhTB5z1/

, , , , , , ,
Lost your password? Please enter your username or email address. You will receive a link to create a new password via email.